| | | | |
ASIA CARRERA
Oleh anusbolduburectum. Rabu, 30 Desember 2009. Kategori
Asia Carrera adalah jenius yang menjadi artis film porno. Dia memiliki IQ diatas orang biasa, dia cerdas, sangat cerdas, mencintai lingkungan, menyayangi manusia lain dan dia atheis. Dia selalu menyatakan "I've always been an atheist; science explains everything”.
Terlahir sebagai Jessica Steinhauser, wanita cantik berbodi asyik ini (tingginya hampir 180 cm) telah mementaskan dua kali resital piano klasik di Carnegie Hall sebelum berusia 15 tahun. Di umur 16, Asia mengajar bahasa Inggris di Jepang. Dia memperoleh full academic scholarship di Rutgers University dan terdaftar dalam kelompok orang-orang dengan IQ tertinggi di dunia yaitu MENSA Society.
Di umur 17, dia melarikan diri dari rumah dan menjadi penari striptease untuk kemudian bergabung di industri film porno. Dalam proses pembuatan film, Asia terlibat dalam penulisan, produksi dan menyutradarai film itu seperti juga dia melakukan make-up untuk dirinya sendiri dan untuk artis lain. Asia memperoleh beberapa penghargaan dalam industri film porno
Asia memang sebuah perkecualian, dia adalah perempuan pertama di industri film porno yang membuat, menulis dan merancang kode Website untuk dirinya sendiri. Asia juga adalah seorang guest reviewer untuk Maximum PC magazine. Asia pensiun dari industri film porno di tahun 2003 dan saat ini telah memiliki dua orang anak. Untuk kelahiran anak kedua, Asia memutuskan akan melahirkan sendiri di rumah, tanpa bantuan orang lain, dan dia memang melakukannya. Suaminya meninggal dalam kecelakaan mobil di Las Vegas. Apa yang dilakukannya dengan uangnya ? “And when I die, I'm leaving behind a trust fund to provide help and shelter for abused and homeless children, so a little piece of me will live forever! “
Asia sungguh mengagumkan bagi saya, (selain perannya di film porno tentunya, he, he, he, …) karena dia cerdas dan kalau kita membaca website-nya kita akan tahu bahwa selera humornya bagus dan dia jujur.
Pernah seorang teman berdiskusi dengan saya tentang apa yang saya percayai dan apa yang tidak saya percayai, diskusi menggunakan referensi buku-buku dan tokoh-tokoh hebat. Teman saya banyak menggunakan tokoh-tokoh agama di masa lalu karena menurutnya tokoh-tokoh agama di masa lalu selalu memiliki unsur-unsur kebaikan dan jauh dari unsur keburukan. Pendeknya mereka tidak tercela
Saya sebaliknya, selalu menggunakan contoh tokoh-tokoh yang hidup di masa sekarang karena saya percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Selama masih makan dan pagi-pagi masih ke WC dan keluar (maaf, …) tahi, semua manusia punya sisi lemah dan sisi kuatnya. Kelebihan dari penggunaan metode tokoh jaman sekarang adalah kita bisa mengevaluasi tokoh tersebut dari kesesuaian antara ucapan dan tindakannya sehingga kita terhindar dari sikap pendewaan seseorang. Kita dapat menyerap ide yang berguna dari seorang tokoh tanpa harus mendewakan tokoh tersebut.
Sialnya, (atau untungnya ?) saya juga menggunakan Asia Carrera sebagai bahan referensi tokoh saya dan teman berdiskusi saya sungguh tersinggung karena saya menyamakan pemain BF dengan tokoh agama idolanya.
Teman saya tersinggung, tidak mau lagi berdiskusi dan memutuskan untuk mempelajari referensi saya. Dia berhasil, dan sekarang sudah jadi penggemar film BF, hua, ha, ha, … bercanda jack, serius amat sich, he, he, he, …
Sekarang teman saya jadi tokoh agama, plok, plok, plok, …
Apa yang ingin saya ceritakan disini
Saya berpendapat bahwa tugas manusia adalah menjadi manusia dan memanusiakan manusia lain. Artinya saya harus menghargai manusia lain dengan segala pilihan hidupnya, kekurangannya, kebaikannya dan mungkin juga kejahatannya.
Ketika belajar filsafat kita belajar tentang pencarian ”kebenaran” dan akhirnya mengetahui bahwa terdapat paling tidak tiga ruang ”kebenaran” yaitu ruang logika, ruang etika dan ruang estetika.
Dalam wilayah logika kita berbicara tentang ”Benar – Salah” dengan batasan asumsi tertentu. Misalnya mengacu pada buku ini atau buku itu maka pernyataan ini atau itu adalah salah atau benar. Untuk menyatakan sesuatu itu benar atau salah kita membutuhkan dasar berpijak dan biasanya orang Indonesia menggunakan ajaran agama untuk menentukan ruang ”Benar – Salah” ini
Dalam wilayah etika kita berbicara tentang ”Baik – Buruk” dengan menggunakan batasan dimensi ruang dan waktu. Pada tempat dan waktu yang berbeda sebuah ”kebaikan” dapat menjadi sebuah ”keburukan”.
Apabila kita mengetahui seseorang telah pernah membunuh 100 orang dan bersumpah bahwa ia akan membunuh 100 orang lagi dan kebetulan kita bertemu dengan orang tersebut sementara kita memiliki kesempatan dan fasilitas untuk membunuh orang itu, apakah kita akan membunuhnya ?
Kalau kita membunuhnya maka dilihat dari ajaran agama manapun kita adalah ”Salah” namun dinilai dari etika manapun kita adalah ”Baik”. Sementara apabila kita tidak membunuhnya, maka kita ”Benar” namun juga sekaligus ”Buruk”
Yang terakhir adalah wilayah estetika, wilayah keindahan, wilayah yang paling tidak saya kuasai (kecuali keindahan tubuh wanita, he, he, he, ... ). Dalam wilayah ini kita semata-mata menggunakan rasa dan menimbulkan konsep ”Indah – Tidak Indah” yang sangat subyektif. Bagi saya, apa yang terlihat apa adanya adalah yang indah. Sebuah kebun dengan begitu banyak daun kering berguguran di tanahnya adalah sebuah keindahan, ketika seseorang menyapu halaman kebun itu, menurut saya dia telah merusak sebuah keindahan. Setujukah anda ? Sayangnya tidak ada patokan apapun dalam menilai keindahan, hanya rasa, ya, hanya rasa yang menjadi dasarnya.
Sebuah tindakan dapat menjadi ”Benar” sekaligus ”Baik” dan juga ”Indah” (tindakan saya biasanya begitu, hua, ha, ha, ... ) namun dapat juga berkomplikasi sedemikian rupa sehingga tercampur aduk antara ”Salah” namun ”Baik” sekaligus ”Indah”.
Oke kembali ke Asia Carrera.
Saya menghargai wanita ini dengan segala nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan yang dipercayainya, atau yang tidak dipercayainya (Atheis bbooookkkkk, dia tidak percaya pada segala hal yang non-empiris). Asia dengan sadar telah memilih jalan sebagai bintang industri film porno dan dia bahagia dengan pilihannya. Adakah kehidupan yang lebih berharga dibandingkan dengan sikap hidup seperti ini ?
Kita mungkin melakukan pekerjaan yang (bagi kita sendiri) sangat terhormat, misalnya dosen (he, he, he, ... ini gw choy, ... he, he, he, ... ) tapi apabila kita merasa terpaksa melakukan pekerjaan ini dan merasa tidak bahagia atas pilihan ini, tidakkah kita mesti bertanya kepada diri sendiri tentang jalan hidup yang kita pilih ? (yang pasti gw bahagia jadi dosen, setiap semester bisa liat pemandangan segar, hua, ha, ha, ... )
Masihkah kita melihat profesi lain dengan pandangan sebelah mata, seperti Perempuan Pekerja Seks Komersial atau Laki-laki Pekerja Seks Komersial (Gigolo) dll. Kalau kita masih tidak bisa menghargai pilihan orang atas hidupnya, yang dilakukan dengan sadar dan bahagia, saya kira kita perlu menengok ke dalam diri kita sendiri dan bertanya :
Seberapa suci dan seberapa benarkah kita sehingga kita merasa berhak untuk menilai sebuah kebenaran, kebaikan dan keindahan yang dipercayai orang lain ?
Selama seseorang tidak melanggar hukum positif, apakah kita berhak menghakiminya ?
Dalam sebuah kidung, saya melihat setitik kebenaran dan kidung itu berbunyi :
Jalan apapun yang kamu pilih, kamu akan menuju kepadaku. Lakukanlah jalan itu dengan sebaik-baiknya karena jauh lebih baik melakukan tugasmu sendiri, seberapa burukpun hasilnya, dibandingkan dengan mengerjakan tugas orang lain seberapa baikpun hasilnya.
Kawan-kawan, semoga kita telah memilih jalan dengan sadar dan bahagia karena tanpa kesadaran dan kebahagiaan, sungguh saya tidak tahu apalagi yang kita cari di muka bumi ini.
Semoga Asia Carrera selalu sadar dan bahagia
Semoga kawan-kawan selalu sadar dan bahagia
Semoga saya cepat sadar (hua, ha, ha, ha, .... )
Salam Pagi Ceria di Malang
Made Surya Putra
Nb : Bagi yang belum tahu Asia Carrera itu seperti apa, silahkan searching di Google. Saya punya banyak foto dan film-nya tapi tidak punya hak untuk meng-upload, jadi silahkan berburu dan saya jamin anda tidak akan kecewa
Berbagi ke
facebook
twitter
Google
del.icio.us
teman
Addthis
.
Rating : * * * * *
Ada 1 komentar yang diberikan.
|
Komentar
kdsurya menanggapi berita . 7 September 2010 pukul 11:09.
kdsurya menanggapi berita . 7 September 2010 pukul 11:08.
Made Sujana menanggapi artikel . 1 September 2010 pukul 15:05.
Made Sujana menanggapi artikel . 1 September 2010 pukul 15:03.
gdebig menanggapi berita . 1 September 2010 pukul 09:17.
|
|
|